Senin, 11 Oktober 2010

Ilmu Budaya Dasar

Manusia dan Kebudayaan



Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain dan manusia juga mempunyai peranan yang unik dan dapat dilihat dari berbagai sisi ilmu, baik ilmu pasti maupun ilmu sosial yaitu manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari system fisik yang terikat satu sama lain dan merupakan kumpulan beberapa energi (ilmu fisika), manusia adalah makhluk biologis yang tergolong dalam makhluk mamalia (ilmu biologi). Sedangkan dalam ilmu sosial, manusia dikenal sebagai homo economicus, artinya manusia adalah makhluk yang ingin memperoleh keuntuangan. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dpat berdiri sendiri. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia.
Unsur-unsur yang membangun manusia ada empat dan saling terkait diantaranya:
1. Jasad: Badan kasar manusia yang tampak pada luarnya, dapat di raba, difoto, serta menempati ruang dan waktu
2. Hayat: Suatu tanda kehidupan, biasanya terwujud ke dalam suatu gerakan
3. Ruh: Suatu kepercayaan spiritual yang mengisi jiwa manusia serta pemahaman tentang kebenaran (kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan)
4. Nafs: Kesadaran tentang pribadi seseorang.
Manusia sebagai satu kepribadian memiliki tiga unsur, yaitu:
ID: Struktur kepribadian yang paling primitiv dan paling tidak tampak, EGO: struktur kepribadian yang pertama dibedakan dari id, berperan dalam menghubungkan id ke saluran social, SUPEREGO: struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira2 pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan Ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal.

Hakikat manusia antara lain: Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh, makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya karena memiliki daya rasa, daya rasa dalam diri manusia ada dua macam yaitu inderawi dan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindera, perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, makhluk biokultural adalah makhluk hayati yang budayawi artinya manusia merupakan suatu hasil dari suatu interaksi antara faktor-faktor hayati dan budayawi, makhluk Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi).
Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.
Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.
Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai: penganut kebudayaan, pembawa kebudayaan, manipulator kebudayaan, dan pencipta kebudayaan.
Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.
Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar