Rabu, 28 September 2011

Review Jurnal Ekonomi Koperasi

Judul :  STUDI PERAN SERTA WANITA DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH DAN KOPERASI

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1). Menganalisis kemampuan dan partisipasi perempuan dalam mengembangkan Usaha Kecil & Menengah (UKM) & Co-operative 2). Mengidentifikasi  mendorong dan faktor penghambat partisipasi perempuan dalam pengembangan UKM & Co-operative 3). Memperoleh alternatif lain untuk meningkatkan kemampuan dan partisipasi perempuan dalam pengembangan UKM & Koperasi. Studi ini diselenggarakan di 5 (lima) propinsi, mereka berada di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan, menggunakan perspektif jender survei metode, pengolahan data dengan tabulasi dan analisis data telah dilakukan oleh reflektif-deskriptif. Dari penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa sebagai pelaku UKM, wanita berperan sebagai sebagai pelaku bisnis atau sebagai pemilik, sebagai manajer atau bahkan tenaga kerja. Oleh karena itu wanita kebanyakan keberhasilan dalam berhubungan dengan keuangan, industri kerajinan, dan industri pengolahan. Karena itu, sebagian besar koperasi yang dikelola oleh wanita adalah tabungan dan pinjaman dalam kegiatan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wanita berhasil dalam UKM & Koperasi pembangunan terlihat dari kinerja beberapa Perempuan Co-Operasi di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, baik ditunjukkan oleh organisasinya aspek yang jumlah dan pertumbuhan dari anggotanya, bekerja kinerja yang adalah nilai dan pertumbuhan modal sendiri, modal eksternal, omset, dan mencapai keuntungan. Volume usaha (VU) atau omset koperasi sampling yang
telah mencapai Rp 2,6 miliar sampai lebih dari Rp 35 miliar per tahun telah memberikan multiplier effect dan juga memiliki peran besar dalam mengembangkan usaha kecil dan mikro di wilayah tersebut, karena sebagian besar koperasi?? perputaran modal kerja pinjaman pada usaha kecil dan mikro. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa perempuan cukup berhasil sebagai pelaku atau mengembangkan UKM & Koperasi, yang berhasil disebabkan karena wanita memiliki persaingan, keterampilan, pemasaran, pemanfaatan sumber koperasi, dan self citra aspek itu adalah ketulusan, tanggung jawab, disiplin. Untuk meningkatkan kemampuan dan partisipasi perempuan dalam pengembangan UKM & Koperasi, maka dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan pelatihan dan pendidikan, praktek kerja, studi membandingkan, dan lain-lain

I. PENDAHULUAN 
   1.1 Latar Belakang
Ketika Indonesia dilanda kritis, pemerintah baru tersadar bahwa usaha besar yang dibangga- banggakan justru sebagian besar bangkrut/gulung tikar dan memberikan beban berat bagi negara dan bangsa, sebaliknya usaha kecil dan koperasi yang selama ini dipandang sebelah mata mampu bertahan,bahkan berkembang.
            Hampir setiap hari, semua media melaporkan kondisi krisis ekonomi yang tak kunjung membaik. Tingkat kesehatan perbankan, dan upaya pemulihan sektor riil seolah tak ada hasilnya, PHK dan pengangguran bertambah. Karena krisis suami sebagai kepala rumah tangga menjadi pegangguran tak kentara dan kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, kesehatan tak mungkin dihentikan, memaksa para istri yang semula hanya sebagai ibu  rumah tangga mulai berperan di berbagai bidang usaha.
Wanita potensial untuk melakukan berbagai kegiatan produktif yang menghasilkan dan dapat membantu ekonomi keluarga, dan lebih luas lagi ekonomi nasional, apalagi potensi tersebut menyebar di berbagai bidang maupun sektor. Dengan potensi tersebut wanita potensial berperan aktif dalamproses recovery ekonomi yang  masih diselimuti berbagai permasalahan ini. Dalam kondisi demikian kajian dengan tema “wanita dan pengembangan usaha”relevan untuk dibicarakan, khususnya dalam upaya menyiasati pemulihan ekonomi serta meningkatkan kemandirian dan kemampuan wanita
1.2 Perumusan Masalah
            Wanita memiliki berbagai kelebihan seperti keuletan, etos kerja yang tinggi,juga memiliki kelemahan-kelemahan yang menghambat peran serta dan partisipasinya dalam perekonomian Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan penelitian atau studi secara mendalam guna memperoleh gambaran secara persis kemampuan dan peran serta wanita dalam kegiatan pengembangan usaha, yaitu : 1) sampai seberapa jauh kompetensi dan peran wanita dalam berbagai kegiatan atau bidang usaha, 2) kenapa mereka berhasil di suatu jenis usaha tertentu dan kenapa mereka selalu gagal dalam bidang usaha lainnya, 3) sampai sejauh mana wanita memiliki kelebihan dan kelemahan dalam melakukan pengembangan usaha, serta 4) bagaimana kemungkinan pengembangan kemampuan dan peran serta mereka dalam pengembanganusaha kecil, menengah dan koperasi.
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang ingin dicapai pada studi ini adalah :
1) Mengnalisis kemampuan dan peranserta wanita dalam mengembangkan UKMK
2) Mengidentifikasi factor pendorong dan penghambat peranserta wanita dalam    pengembangan UKMK
3) Memperoleh alternative peningkatan kemampuan dan peranserta wanita dalam pengembangan UKMK

II. KERANGKA PEMIKIRAN
GBHN 1999 antara lain mengamanatkan perlunya meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan dalam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui kebijakan nasional untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam berbagai bidang pembangunan baik di pusat maupun di daerah.
Istilah wiraswasta sebelumnya lebih sering dipakai darpada wirausaha sebagai padanan kata intrepreneur , berasal dari wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang , dan swa berarti sendiri dan ta berarti berdiri, sehingga swasta berarti berdiri diatas kaki sendiri atau berdiri atas kemampuan sendiri. Dengan demikian wiraswasta/wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani dan paantas menjadi teladan dalam bidang usaha. Dengan kata lain wirausaha adalah orang-orang yang memiliki sifat/jiwa kewirausahaan/kewiraswastaan, yaitu berani mengambil resiko, keutamaan, kreativitas, keteladanan dalam menangani usaha dengan berpijak pada kemauan dan kemampuan sendiri.
Untuk melihat hasil usahanya dilihat dari kinerja koperasi /UKM, baik kinerja kelembagaan maupun usahanya. Dengan menganggap faktor luar tidak berpengaruh, maka bila pelaku usaha memiliki kompetensi usaha maka kinerja usahanya akan baik. Untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dicari faktor-faktor dominan atau kelebihan-kelebihan yang kebanyakan dimiliki wanita yang menyebabkan wanita berhasil, dan diidentifikasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki wanita yang biasanya akan menjadi penghambat keberhasilannya, serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam mengelola usaha. Untuk peningkatan kemampuan wanita diidentifikasi kebutuh peningkatan pengetahuan dan ketrampilannya.
III. METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi
Studi ini dilaksanakan di lima propinsi yaitu : Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat.
3.2 Metode Penelitian dan Analisis Data
     3.2.1 Metode Studi
            Tehnik pengumpulan data primer dengan pengamatan dan diskusi, pengmatan  langsung di lapang, dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka, Dinas Koperasi dan UKM serta instansi terkait baik tingkat propinsi maupun kabupaten berupa publikasi, dokumen, laporan kegiatan.
    3.2.2 Pengolahan dan Analisa Data
            Pengolahan data dilaksanakan dengan cara tabulasi dan  analisa data dilakukan secara diskriftif reflektif.

3.3 Ruang Lingkup
            Aspek yang menjadi focus dalam penelitian ini adalah:
- Identifikasi kompetensi wanita dalam pengembangan usaha atau kewirausahaan.
- Identifikasi peran serta wanita dalam berbagai kegiatan usaha dari berbagai sector usaha, kelompok usaha bersama (KUB), koperasi wanita atau koperasi lainnya yang pengelolanya sebagian besar wanita
- Identifikasi kinerja KUB wanita, kegiatan usaha wanita diberbagai jenis usaha, sosiasi usaha, pendampingan usaha, koperasi wanita atau koperasi.
- Identifikasi faktor pendorong dan penghambat peran serta wanita dalam pengembangan kegiatan usaha.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
      4.1 Kinerja Kelembagaan dan Usaha Koperasi Sampel
            Kegiatan usaha pokok koperasi sampel adalah simpan pinjam, sedang kegiatan usaha lain yang ditangani antara lain KCK, toko/ waserda, kantin/ catering, wartel/ kiospon, kredit barang dan konveksi. Pengurus Koperasi sample berjumlah 3 sampai 6 orang , 5 Koperasi 5 Koperasi (50%)  telah memiliki manager dengan pendidikan SLTA (3 kop: K1, K2 Jabar dan K1 Sulsel), dan S1 (2 Kopwan Jatim).
      4.2 Kinerja UKM contoh lima propinsi
            Usaha kecil wanita yang menjadi sampel dalam penelitian ini 22 UK  yaitu Jatim 2 UK, Jabar 6 UK, Kalbar 3 UK, dua diantaranya adalah KUB, Sulsel 7 UK diantaranya 2 KUB dan Sumbar 4 UK, Kebanyakan UKM contoh telah memulai usahanya sejak t\ahun 1990an atau berumur 5-10 tahun yaitu sebanyak 16 UK, tahun 1980 an atau berumur 15-20 tahun 5 UK dan satu UK telah berumur 30 tahun.
      4.3 Keberhasilan dan Kegagalan Wanita Sebagai Pelaku Usaha
            Keberhasilan wanita ditunjang dari kelebihan-kelebihan wanita  yang merupakan faktor dominan terhadap keberhasilannya sebagai pelaku usaha antara lain telaten, jujur sehingga lebih dipercaya, ulet, sabar, teliti, cermat, serius, tekun, berani mengambil resiko, tangguh, tidak mudah menyerah, memiliki jiwa bisnis atau wira usaha, kemauan keras, semangat, dedikasi dan loyalitas tinggi, terbuka, bekerja dengan ikhlas,  selalu menjaga nama baik, tidak egois, disiplin dalam administrasi maupun pengelolaan keuangan.
    4.4 Permasalahan Yang Dihadapi dan Kiat Yang Dilakukan Koperasi atau UKM Dalam      Pengembangan Usahanya
            Permasalahan-permasalahan yang dihadapi UKM maupun koperasi demikian pula UKMK wanita dapat mempengaruhi kinerjanya. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain  kurang modal, lemahnya SDM, kurang sarana/ prasarana, sulitnya akses ke perbankan, kurang menguasai pasar, kurang menguasai penggunaan teknologi,
      4.5 Alasan Mengapa Wanita Berkiprah Di Koperasi atau UKM
            Alasan atau motivasi wanita melakukan usaha, yaitu untuk menentukan apa yang ingin  dicapai,, tujuan apa yang hendak dicapai, serta produk apa yang akan dihasilkan. Banyaknya motivasi wanita melakukan usaha karena ingin mengurangi pengangguran atau menciptakan lapangan usaha, menunjukkan adanya kesadaran dari wanita atas kondisi pengangguran  yang semakin meningkat, adanya kesadaran dari wanita untuk menciptakan pekerjaan bukan mencari pekerjaan.
     4.6 Pemanfaatan Teknologi Dan Pemikiran Diversifikasi Usaha
Teknologi sangat bermanfaat dalam rangka pengembangan usaha, baik dalam rangka peningkatan kualitas maupun kuantitas karena dengan teknologi pekerjaan berjalan secara otomatis akan mempersingkat waktu, mungkin bisamenekan biaya, dan meningkatkan kualitas produk.
    4.7 Hubungan Kerja Antara Pimpinan/ Pelaku Usaha Dengan Bawahan/Sejawat dan Mitra Usaha
            Hubungan kerja pimpinan/ pelaku usaha dengan anak buah/ staf/ manajer atau dengan  sejawat seperti dalam koperasi dengan Badan Pengawas hampir seluruhnya menyatakan tidak ada kesulitan. Kendala hubungan dengan mitra usaha kebanyakan yang banyak diperlukan adalah kemitraan dengan BUMN atau BUMS belum jalan, pembayaran tidak tepat waktu, kesulitan dalam penagihan cicilan pada anggota, dan lain sebagainya.
     4.8 Kebutuhan Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan
            Dalam hal peningkatan ketrampilan, yang banyak dibutuhkan oleh pelaku usaha wanita adalah mengenai peningkatan ketrampilan manajerial, memasarkan produk, penggunaan teknologi dan sumber daya masing-masing, kemudian melakukan inovasi sesuai dengan kegiatan usahanya, dan memproduksi barang dan jasa.
     4.9 Persepsi Terhadap Citra Diri Dan Kompetensi Pelaku Usaha
            Sebagain besar pimpinan atau pelaku usaha kecil dan pengurus koperasi wanita kepemimpinannya bersifat partisipatif yaitu dalam mengambil keputusan meminta pendapat, masukan, dan saran dari staf atau anak buah dan sebagain kecil kepemimpinannya bersifat semi partisipatif yaitu dalam pengambilan keputusan mendengarkan pendapat, masukan, dan saran dari staf atau anak buah meskipun keputusan tetap ditangani pimpinan sendiri.

V.    KESIMPULAN DAN SARAN
        5.1. Kesimpulan
            Dalam kegiatan  UKM, wanita  berperan sebagai pelaku usaha atau sebagai pemilik, sebagai manager ataupun tenaga kerja. Dalam kegiatan koperasi, wanita dapat berperan sebagai anggota, pengurus, pengawas, manager, pembina ataupun pendamping usaha. Peran serta wanita dalam berbagai sektor, namun sesuai dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki wanita. Koperasi contoh yang dikelola wanita, dapat diketegorikan koperasi kecil, sedang, besar dan sangat besar  dilihat dari kelembagaan khususnya jumlah anggota dan tenaga kerjanya,  kinerja usahanya dan hampir maupun semuanya berjalan cukup baik
Koperasi/UKM sampel masih menghadapi permasalahan-permasalahan dalam mengembangkan usahanya, seperti kurang modal, lemahnya SDM, kurang menguasai teknologi/pasar  memperngaruhi kinerja usaha, sehingga permasalahan-permasalahan tersebut perlu dicarikan pemecahan secara terpadu. Hampir seluruh responden wanita pelaku usaha menyatakan ingin menciptakan lapangan usaha/mengurangi penggangguran sebagai motivasi mengapa berkiprah dalam dunia usaha.
Sebanyak 87,8 % responden wanita pelaku usaha yang menyatakan tidak ada kesulitan dalam menjalin hubungan kerja dengan anak buah, sejawat, ini menunjukkan responden memiliki kemampuan peran sosial yang baik  Terdapat kesadaran dan kemauan yang tinggi dari wanita pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan ketrampilannya agar dapat meningkatkan usahanya, baik dalam bentuk pendidikan/pelatihan, studi banding,maupun magang.
         5.2 Saran
            Untuk mengatasi permasalahan dalam sulitnya akses pada sumber-sumber  permodalan,  pemerintah diharapkan dapat  memberikan kemudahan pada koperasi/UKM memperoleh fasilitas kredit, konsep Modal Awal Padanan (MAP) yang dirintis BPSKPKM yang mudah diakses koperasi/UKM mungkin implementasinya dapat diperluas.        
Guna meningkatkan kompetisi pelaku usaha dalam rangka meningkatkan usahanya perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan. Serta adanya kebutuhan pembinaan manajerial, pelayanan bisnis lainnya untuk memudahkan akses pada sumber permodalan.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim, Laporan Akhir Penelitian Peranan Wanita Dalam Pengembangan Koperasi,   Badan Penelitian dan Pengembangan Koperasi, Departemen Koperasi, 1991-1992;
Hesti, R.Wd. Penelitian Perspektif Gender dalam Analisis Gender Dalam Memahami Persoalan Perempuan, Jurnal Analisis Sosial Edisi IV Nopember 1996;
Hetifah, S. dkk, Strategi dan Agenda Pengembangan Usaha Kecil, Seri Penelitian AKATIGA, Yayasan AKATIGA 1995;
Masykur Wiratmo, Pengantar Kewiraswastaan Kerangka Dasar Memasuki Dunia, BPFE-UGM Yogyakarta, edisi Pertama;
Porter Michael E, “Competitive Advantage””, The Free Press, 1985;
Siagian Salim dan Asfahani, Kewirausahaan Indonesia dengan Semangat 17-8-1945, Puslatkop. PK Depkop dan Pembinaan Pengusaha Kecil, Jakarta;
Sumampaw, S.A. dkk, Ada Bersama Tradisi Seri Usaha Mikro Kecil, Swisscontact dan Limpad, 2000

Nama Kelompok :
Anggraini Desti Wulandari
Karimah
May Puspitasari
Nur Fadhillah
Rahmi Ismayani

Selasa, 31 Mei 2011

PROSPEK INDUSTRI KREATIF DI INDONESIA


Pada saat ini, manusia mengalami perpindahan era dan peradaban yang baru. Dulu kita bergeser dari Era Pertanian lalu  Era Industrilisasi. Perkembang teknologi dan informasi dan komunikasi (infokom) serta globalisasi ekonomi telah mendorong perkembangan  manusia yang dituntut untuk berkembang secara kreatif. Perkembangan teknologi telah membuat manusia jadi semakin produktif.
Industri merupakan proses penciptaan barang dan jasa yang mempunyai nilai tambah (value added). Sedangkan kreatif berarti create yaitu proses menciptakan sesuatu. Industri Kreatif berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat, dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual.  industri kreatif adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi kreatif.
Menurut departemen perdagangan republik indonesia pengertian industri kreatif didefinisikan sebagai “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.”
ada 14 subsektoral  industri kreatif yang bisa dilihat di sini
  1. Periklanan
Kegiatan kreatif yang berkaitan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu), yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (Televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan kolom untuk iklan.
  1. Arsitektur
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari level makro (Town planning, urban design, landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail konstruksi, misalnya: arsitektur taman, desain interior).
  1. Pasar Barang Seni
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet, misalnya: alat musik, percetakan, kerajinan, automobile, film, seni rupa dan lukisan.
  1. Kerajinan
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal).
  1. Desain
Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.
  1. Fashion
Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen.
  1. Video, Film & Fotografi
Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.
  1. Permainan Interaktif
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Subsektor permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.
  1. Musik
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.
  1. Seni Pertunjukan
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan (misal: pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik), desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.
  1. Penerbitan & Percetakan
Kegiatan kreatif yang terkait dengan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, surat berharga lainnya, passport, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film.
  1. Layanan Komputer & Piranti Lunak
Kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.
  1. Televisi & Radio
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay (pemancar kembali) siaran radio dan televisi.
  1. Riset & Pengembangan
Kegiatan kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar; termasuk yang berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni; serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen.
Industri kreatif di Indonesia harus dikembangkan karena  industri kreatif dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan dan menciptakan iklim bisnis yang positif serta membangun citra serta identitas bangsa.  Untuk menggerakkan industri kreatif diperlukan beberapa faktor. Di antaranya, arahan edukatif, memberikan penghargaan terhadap insan kreatif, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif.
http://aguswibisono.com/2010/industri-kreatif-indonesia/

Kamis, 12 Mei 2011

Tingkat harapan hidup negara ASEAN


  • SINGAPURA adalah negara di ASEAN yang paling tinggi tingkat harapan hidupnya dari lima negara ASEAN lainnya yang di sebutkan di atas, karena singapura memiliki wilayah yang lebih kecil & masyarakat yang lebih sedikit dibanding Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam & Indonesia. Sehingga mempunyai lapangan pekerjaan yang lebih memadai dan penyebaran pendidikan yang merata. Data Tingkat Harapan Hidup di Singapura tahun 2001-2007 : 
    • 2001 (77,8)
    • 2002 (78,0)
    • 2003 (78,7)
    • 2004 (78,9)
    • 2005 (79,4)
    • 2006 (**)
    • 2007 (80,0)
  • MALAYSIA adalah negara ASEAN tertinggi kedua tingkat harapan hidupnya setelah Singapura, dengan data sebagai berikut :
    • 2001 (72,8)
    • 2002 (73,0)
    • 2003 (73,2)
    • 2004 (73,4)
    • 2005 (73,7)
    • 2006 (**)
    • 2007 (74,0)
  • FILIPINA adalah negara ASEAN ketiga yang tingkat harapan hidupnya tinggi dengan data yaitu :
    • 2001 (69,5)
    • 2002 (69,8)
    • 2003 (70,4)
    • 2004 (70,7)
    • 2005 (71,0)
    • 2006 (**)
    • 2007(72,0)
  • THAILAND adalah tingkat harapan hidup tertinggi keempat di ASEAN setelah Filipina, yaitu dengan data sebagai berikut :
    • 2001 (68,9)
    • 2002 (69,1)
    • 2003 (70,0)
    • 2004 (70,3)
    • 2005 (69,6)
    • 2006 (**)
    • 2007 (71,0) 
  • VIETNAM menempati peringkat kelima di negara ASEAN dengan tingkat harapan hidup tertinggi setelah Thailand, dengan data yaitu :
    • 2001 (68,6)
    • 2002 (69,0)
    • 2003 (70,5)
    • 2004 (70,8)
    • 2005 (73,7)
    • 2006 (**)
    • 2007 (74,0)
  • INDONESIA padatnya populasi penduduk di Indonesia di sertai dengan kurangnya lapangan pekerjaan dan pendidikan yang tidak merata di beberapa wilayah, dsb menempatkan Indonesia pada posisi keenam setelah Vietnam. Walaupun berada pada posisi terendah, tetapi tingkat harapan hidup di Indonesia terus meningkat di tiap tahunnya. Dengan perolehan data sebagai berikut :
    • 2001 (66,2)
    • 2002 (66,6)
    • 2003 (66,8)
    • 2004 (67,2)
    • 2005 (69,7)
    • 2006 (**)
    • 2007 (71,0)
keterangan : ** Data tidak tercantum dalam sumber.

sumber : http://www.ristek.go.id/file/upload/Referensi/2010/indikator/C5%20Pendidikan.pdf
http://fathiawal.blogspot.com/2011/05/tingkat-harapan-hidup-di-negara-negara.html

Jumat, 04 Maret 2011

Sistem Ekonomi Indonesia

  • Sistem Ekonomi Indonesia didasarkan paa falsafah negara Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 (amandemen)
  • Sistem Perekonomian Indonesia bercirikan sedikit liberalis maupun kolektivis, sehingga sering disebut sistem ekonomi campuran
Setiap negara memiliki sistem ekonominya sendiri. Pilihan terhadap sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara tergantung kepada kesepakatan nasional negara tersebut. Biasanya, kesepakatan nasional ini berdasarkan undang undang dasar yang dimiliki. Disamping itu, undang undang dasar, falsafah dan ideologi negara juga sangat mempengaruhi sistem ekonomi suatu negara. Sistem ekonomi adalah strategi suatu negara untuk mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran.
Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, asas kekeluargaan sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyat dan hajat hidup orang banyak); serta Keadilan sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang diutamakan).
Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasarkan Pancasila, dengan kelengkapannya, yaitu pasal pasal 18, 23, 27 (ayat 2) dan 34. Berdasarkan TAP MPRS XXIII/1966, ditetapkanlah butir butir Demokrasi Ekonomi (kemudian menjadi ketentuan dalam GBHN 1973, 1978, 1983, 1988), yang meliputi penegasan berlakunya pasal pasal 33, 34, 27 (ayat 2), 23 dan butir butir yang berasal dari pasal pasal UUDS tentang hak milik yang berfungsi sosial dan kebebasan memilih jenis pekerjaan. Dalam GBHN 1993 butir butir Demokrasi Ekonomi ditambah dengan unsur Pasal 18 UUD 1945. Dalam GBHN 1998 dan GBHN 1999, butir butir Demokrasi Ekonomi tidak disebut lagi dan diperkirakan dikembalikan ke dalam pasal pasal asli UUD 1945.

Dasar-dasar sistem ekonomi Indonesia

  • Pasal 33 (1): Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaaan
  • Pasal 33 (2): Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
  • Pasal 33 (3): Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
  • Pasal 33 (4): Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional
Tiga sektor Sistem Ekonomi Indonesia
  • Sektor pemerintah atau negara berupa BUMN
  • Sektor swasta, berbagai perusahaan yang tidak menangani bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak
  • Sektor koperasi yaitu usaha bersama atas asas kekeluargaan
Prof. Dr. Sri-Edi Swasono : Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
http://ichwanmuis.com/?p=222
4 maret 11, 10.05

    Minggu, 27 Februari 2011

    Sistem Ekonomi

    Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan atau cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian.Segala macam permasalahan yang berhubungan dengan perekonomian suatu negara, hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh negara tersebut. Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara.Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran kecil yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Lingkaran kecil tersebut merupakan suatu subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan akhirnya membentuk suatu kesatuan sistem dalam lingkaran besar yang bergerak sesuai aturan yang ada.
    Fungsi sistem ekonomi
    ·         Sarana pendorong untuk melakukan produksi
    ·         Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
    ·         Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik

    Macam-macam Sistem Ekonomi
    ·         Sistem Ekonomi Tradisional
    ·         Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
    ·         Sistem ekonomi Komando (Terpusat)
    ·         Sistem Ekonomi Campuran


    A. Sistem ekonomi tradisional
    Sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
    Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
    1, Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
    2. Hanya sedikit menggunakan modal
    3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
    4. Belum mengenal pembagian kerja
    5. Masih terikat tradisi
    6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
    Kelebihan:
    1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
    2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
    3. Tidak individualistis
    Kelemahan:
    1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
    2. Mutu barang hasil produksi masih rendah
    Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari

    B. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
    Suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
    Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
    1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
    2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
    3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
    4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
    5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
    6. Persaingan dilakukan secara bebas
    7. Peranan modal sangat vital
    Kelebihan:
    1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
    2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
    3. Munculnya persaingan untuk maju
    4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
    5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
    Kelemahan:
    1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
    2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
    3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
    4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu

    C. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
    Sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Segala macam bentuk dan aturan penentuan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi semua diatur pemerintah.
    Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
    1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
    2. Hak milik perorangan tidak diakui
    3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
    4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
    Kelebihan:
    1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
    2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
    3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
    4. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
    5. Jarang terjadi krisis ekonomi
    Kelemahan:
    1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
    2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
    3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya

    D. Sistem Ekonomi Campuran
    Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
    Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
    1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
    2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
    3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
    4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang

    Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saat ini hampir tidak ada negara yang menjalankan sistem ekonomi terpusat maupun pasar. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.
    http://yanoear46.wordpress.com/2010/06/02/pengertian-sistem-ekonomi/
    27 februari 2011, 17.50

    Kamis, 28 Oktober 2010

    UG Layanan Online

    UGLIBRARY

    Merupakan salah satu layanan yang tersedia di Universitas Gunadarma yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jasa Perpustakaan Universitas Gunadarma sendiri khususnya para mahasiswa dan mahasiswinya. Tampilannya sangat menarik dan inofatif, UGLIBRARY ini dikenal dengan sebutan Perpustakaan Digital Universitas Gunadarma (DIGITAL LIBRARY), yang berfungsi khusus memberikan pelayanan informasi kepada mahasiswa, dosen dalam melaksanakan tugas-tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perpustakaan UG ini dilengkapi juga dengan berbagai bahan pustaka yang terdiri dari literatur buku mulai dari bahasa indonesia sampai dengan bahasa inggris, majalah, jurnal ilmiah, serta buku ilmu pengetahuan lainnya.
    Dan beberapa menu yang tersedia di dalamnya yaitu:

    1. HOME
    Merupakan tampilan awal pada saat membuka layanan Perpustakaan UG dan didalamnya juga terdapat penjelasan-penjelasan mengenai berbagai buku, diantaranya penelusuran katalog dan penulisan,data peminjaman buku, penelusuran jurnal, informasi bebas perpustakaan, dsb. Dibagian kiri bawah terdapat pamflet iklan yang berhubungan dengan Universitas Gunadarma dan terdapat pula berita berjalan yang menginformasikan kegiatan yang berhubungan dengan perpustakaan dan situs google dipojok bawah.

    2. PROFIL
    Berisi latar belakang sejarah berdirinya Perpustakaan UG dari tahun ke tahun beserta tujuannya dan lokasi operasional di setiap kampus Universitas Gunadarma dijelaskan pula secara spesifik letak gedung beserta lantainya.

    3. LAYANAN
    Layanan yang disediakan oleh Perpustakaan UG diantaranya:
    • Keanggotaan
    • Peminjaman bahan pustaka bagi anggota
    • Administrasi
    • Kunjungan ruang referensi
    Menu diatas menjelaskan prosedur tiap-tiap layanan didalamnya, serta waktu dan jadwal admistrasi dengan jelas.

    4. KOLEKSI
    Berisi daftar buku yang terdapat di Perpustakaan UG secara rinci dan rapi. Sehingga memudahkan mahasiswa dapat dengan mudah mengakses dan menemukan buku yang dicari. Jenis buku, judul, jumlah eksemplar diketahui.

    5. PERATURAN
    Menjelaskan segala peraturan yang ditujukan kepada pemakai sebagai pedoman dalam menggunakan fasilitas perpustakaan dengan baik dan dijelaskan pula sanksi-sanksi yang akan diberikan bagi yang melanggar.

    6. PETUNJUK
    Merupakan pelengkap dari peraturan yang dikeluarkan oleh Perpustakaan UG, petunjuk penggunaan dibagi berdasarkan beberapa layanan berikut:
    • Keanggotaan
    • Sirkulasi
    • Administrasi
    • Kunjungan
    Setiap menu diatas dijelaskan secara rinci sehingga mahasiswa ataupun dosen dapat dengan mudah memahaminya.

    7. SOP ONLINE
    Standar Operasional Prosedur Perpustakaan UG dibagi menurut pembagian berikut :

    A. Layanan Pengguna
    • SOP layanan pembaca
    • SOP peminjaman mahasiswa
    • SOP pengembalian mahasiswa
    • SOP peminjaman dosen
    • SOP pengembalian dosen
    • SOP booking buku
    • SOP perpanjangan buku
    B. Pengolahan Bahan Pustaka
    • SOP pengadaan buku
    • SOP pengatalogan buku
    • SOP pengatalogan jurnal 
    • SOP pengatalogan PI dan skripsi
    • SOP pengolahan digital collection
    • SOP truobleshooting PC
    • SOP pemesanan AVI
    • SOP pemeliharaan AVI
    • SOP pembuatan video instruksional
    • SOP pembuatan video dokumentasi 
    • SOP pembuatan foto dokumentasi
    • SOP pembuatan CAI
    • SOP pembelian AVI
    C. Layanan Administrasi Perpustakaan
    • SOP bebas perpustakaan
    • SOP dokumentasi denda
    • SOP sumbang penulisan ilmiah
    • SOP surat teguran
    D. Pengurusan HAKI
    • SOP pengurusan HAKI
    Menu diatas berupa link yang dapat langsung diakses oleh mahasiswa ataupun dosen.

    8. Kelebihan
    Kelebihan dari layanan UGLIBRARY ini memberikan layanan jarak jauh yang dapat diakses dengan mudah oleh siapapun khususnya pengguna jasa Perpustakaan UG.

    library.gunadarma.ac.id